Ini berawal dari seringnya saya mengeluhkan rasa sakit pada perut bawah bagian kanan. Iya, nyeri sekali rasanya. Seperti menekan bagian tubuh kita yang memar. Rasa sakit itu semakin menjadi jika saya duduk atau mengangkat kaki kanan keatas. Oh My God sakit apa ini? Mengapa saya sering merasakan ini. Bahkan ini saya rasakan ketika masih SMA. Tapi saya tidak begitu merespon, meskipun padahal mengganggu aktifitas saya. Saya pikir selepas SMA rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Ternyata tidak, justru saya lebih sering merasa rasa nyeri itu selalu hadir hingga membuat saya tak bisa berkutik.
Karena kesal dengan rasa-rasa nyeri yang selalu hadir itu, pada akhirnya saya memutuskan periksa ke puskesmas keesokkan harinya pasca rasa nyeri itu muncul tadi malam. Dokter yang memeriksa saya bertanya pada saya apa keluhan saya, lalu saya jelaskan apa yang selalu saya rasakan. Kemudian beliau memeriksa tubuh saya dan menekan-nekan perut saya bagian bawah kanan dan kiri. Yang paling sakit saya rasakan adalah perut bagian bawah sebelah kanan. Dokter bilang saya gejala usus buntu. Saya kaget. Kok bisa? berarti selama ini yang sering saya rasakan itu tergolong penyakit serius dong. Dokter puskesmaspun menyarankan saya untuk berobat ke rumah sakit saja. Agar saya ditangani dokter bedah lebih lanjut. Ya sudahlah saya turuti saja toh ini juga demi kesembuhan saya kan?
Setelah dokter bedah dari rumah sakit itu memeriksa saya (memeriksanya persis dengan yang dokter puskesmas lakukan pada saya), beliau pun mengatakan usus buntu atau bahasa medisnya appendicitis. Sudah ada dua narasumber yang manyatakan saya mengalami usus buntu. Dan saya percaya. Sebenarnya dokter menyarankan saya untuk operasi, tapi berhubung pada hari itu sudah penuh, maka saya disarankan untuk kembali kerumah sakit lagi tiga hari kedepan untuk USG terlebih dahulu. Untuk mengetahui bagaimana kondisi usus saya, dan apakah sudah parah atau belum parah. Jika sudah parah maka jalan satu-satunya hanya operasi. Tapi jika belum parah benar, semoga saja masih bisa disembuhkan dengan obat yang doter berikan pada saya. Saya berdoa semoga saja penyakit yang saya derita belum parah, jadi tidak perlu operasi dan masih bisa disembuhkan dengan obat yang doter berikan pada saya. Amiiiin semmoga Ya Allah.
Dari pengalaman saya yang tak pernah terduga itu saya menyimpulkan, bahwa hidup sehat dengan pola makan yang baik dan benar dan diimbangi dengan olahraga itu sangat penting untuk kehidupan manusia. Jangan pikirkan berapa biaya untuk menjalani gaya hidup sehat, namun pikirkanlah hasilnya ketika kita rutin menjalani gaya hidup sehat. Sudah pasti kita jadi tidak gampang sakit, aktifitaspun tidak terganggu dan kita bisa berkarya. Sedangkan ketika kita sudah sakit, kita tidak bisa apa-apa lagi dan biaya yang kita keluarkan untuk pengobatan kita jauh lebih banyak dari gaya hidup sehat kita. Pengalaman ini menjadi pelajaran buat saya dan hukuman buat saya. Meskipun sebenarnya Tuhan tidak pernah menghukum hambanya, tapi hambanyalah yang selalu menghukum dirinya baik itu disadari atau tanpa disadari.
Ya Allah, saya juga ingin sembuh. Semoga sakit yang saya derita ini tak separah sakit yang (mereka) rasakan hingga pada akhirnya harus dioperasi. Amin Yaa Robbal'alamiin....
Karena kesal dengan rasa-rasa nyeri yang selalu hadir itu, pada akhirnya saya memutuskan periksa ke puskesmas keesokkan harinya pasca rasa nyeri itu muncul tadi malam. Dokter yang memeriksa saya bertanya pada saya apa keluhan saya, lalu saya jelaskan apa yang selalu saya rasakan. Kemudian beliau memeriksa tubuh saya dan menekan-nekan perut saya bagian bawah kanan dan kiri. Yang paling sakit saya rasakan adalah perut bagian bawah sebelah kanan. Dokter bilang saya gejala usus buntu. Saya kaget. Kok bisa? berarti selama ini yang sering saya rasakan itu tergolong penyakit serius dong. Dokter puskesmaspun menyarankan saya untuk berobat ke rumah sakit saja. Agar saya ditangani dokter bedah lebih lanjut. Ya sudahlah saya turuti saja toh ini juga demi kesembuhan saya kan?
Setelah dokter bedah dari rumah sakit itu memeriksa saya (memeriksanya persis dengan yang dokter puskesmas lakukan pada saya), beliau pun mengatakan usus buntu atau bahasa medisnya appendicitis. Sudah ada dua narasumber yang manyatakan saya mengalami usus buntu. Dan saya percaya. Sebenarnya dokter menyarankan saya untuk operasi, tapi berhubung pada hari itu sudah penuh, maka saya disarankan untuk kembali kerumah sakit lagi tiga hari kedepan untuk USG terlebih dahulu. Untuk mengetahui bagaimana kondisi usus saya, dan apakah sudah parah atau belum parah. Jika sudah parah maka jalan satu-satunya hanya operasi. Tapi jika belum parah benar, semoga saja masih bisa disembuhkan dengan obat yang doter berikan pada saya. Saya berdoa semoga saja penyakit yang saya derita belum parah, jadi tidak perlu operasi dan masih bisa disembuhkan dengan obat yang doter berikan pada saya. Amiiiin semmoga Ya Allah.
Dari pengalaman saya yang tak pernah terduga itu saya menyimpulkan, bahwa hidup sehat dengan pola makan yang baik dan benar dan diimbangi dengan olahraga itu sangat penting untuk kehidupan manusia. Jangan pikirkan berapa biaya untuk menjalani gaya hidup sehat, namun pikirkanlah hasilnya ketika kita rutin menjalani gaya hidup sehat. Sudah pasti kita jadi tidak gampang sakit, aktifitaspun tidak terganggu dan kita bisa berkarya. Sedangkan ketika kita sudah sakit, kita tidak bisa apa-apa lagi dan biaya yang kita keluarkan untuk pengobatan kita jauh lebih banyak dari gaya hidup sehat kita. Pengalaman ini menjadi pelajaran buat saya dan hukuman buat saya. Meskipun sebenarnya Tuhan tidak pernah menghukum hambanya, tapi hambanyalah yang selalu menghukum dirinya baik itu disadari atau tanpa disadari.
Ya Allah, saya juga ingin sembuh. Semoga sakit yang saya derita ini tak separah sakit yang (mereka) rasakan hingga pada akhirnya harus dioperasi. Amin Yaa Robbal'alamiin....
Komentar