SELEBRITI DPR
Nampaknya
dunia hiburan di Indonesia sudah bukan lagi khusus untuk para pekerja seni.
Banyak kalangan yang bukan dari penghuni dunia hiburanpun diam-diam ingin
terjun ke dalam dunia hiburan tersebut. Sebut saja para petinggi di Dpr. Jika arti
sebuah infotainment itu untuk memberitakan kehidupan tentang pelaku dunia
hiburan atau yang lebih dikenal dengan nama artis, belakangan infotainment tak
pernah sepi memberitakan tingkah laku mereka yang sebenarnya tak perlu
diberitakan.
Sebenarnya apakah mereka ingin menjadi artis juga? Lho bukankah sekarang ini banyak artis yang justru banting setir berduyun-duyun mencalonkan diri menjadi penghuni kursi mahal dan berbagai fasilitas mahal yang ada di gedung dpr?
Sebenarnya apakah mereka ingin menjadi artis juga? Lho bukankah sekarang ini banyak artis yang justru banting setir berduyun-duyun mencalonkan diri menjadi penghuni kursi mahal dan berbagai fasilitas mahal yang ada di gedung dpr?
Mungkin
anggota Dpr dipusingkan dengan berbagai permasalahan negeri ini yang harus
mereka selesaikan. Jadi membuat sebuah gebrakan yang lebay bukanlah suatu yang
mustahil bagi mereka. Toh bakal ada infotainment yang akan meliput berita
mereka. Jadi setiap hari bisa muncul dilayar kaca. Kali ini juga bukan muncul
ketika sedang rapat melainkan muncul dengan kabar yang baru. Kalau sudah begini
artis-artis siap-siap saja namanya perlahan tak lagi diingat publik. Bisa jadi publik
yang mengkonsumsi infotainment setiap hari akan lebih hafal nama-nama anggota Dpr
ketimbang artis yang hobi kawin cerai, yang juga sebagai kembang infotainment.
Jangan
sampai saja kehidupan rumah tangga anggota Dpr juga ikut di liput. Misalkan ada
yang akan mengajukan gugatan perceraian dengan pasangannya, beritanya setiap hari
muncul, mengikuti perkembangannya sampai proses percerain itu selesai hingga
pengadilan membagikan harta gono-gini untuk keduanya. Selain berita perceraian
biasanya infotainment juga memberitakan pertengkaran atau permasalahan para
artis. Nah jika anggota Dpr sudah diberitakan kehidupan rumah tangganya, bisa
jadi pertengkaran dan permasalahannya pun tak luput dari sorotan kamera
infotainment. Serta kicauan-kicauan dari mereka yang menimbulkan kontroversi.
Entah itu di akun pribadinya atau bahkan ketika sedang ikut serta dalam sebuah
dialog atau rapat kerja.
Sebenarnya
disini siapa yang salah? Anggota Dpr nya yang terlalu berlebihankah, atau
karena sama-sama berada di Jakarta, jadi setiap gerak gerik mereka sangat mudah
menjadi mangsa kuli tinta. Atau bahkan
pemburu beritanya yang salah jalan. Seharusnya memburu selebritis tapi
karena salah jalan anggota Dpr pun tak jadi masalah bagi mereka. Yang penting
keduanya sama-sama disaksikan masyarakat dan mempunyai rating tinggi. Oh iya,
dengan adanya infotainment yang setiap hari tayang, bisa jadi ketika musim
kampanye tiba mereka setiap hari pula muncul di infotainment. Untuk
mempromosikan dirinya. Untuk memilih dirinya dan untuk menarik penggemar juga.
Lucu
sekali republik ini. Republik gado-gado. Yang paling dikhawatirkannya lagi
adalah ketika para wakil rakyat ikut-ikutan bermain sinetron, film televisi,
atau film layar lebar. Bukankah mereka jago berakting juga? Aktingnya otodidak
pula. Wah semakin banyak dong selebritis di negeri ini. Semoga saja side job baru mereka tidak membutakan
mereka akan tanggung jawabnya. Semoga saja mereka tidak menomorsatukan
ketenaran dari pada kebenaran. Kebenaran menyampaikan aspirasi dari rakyat dan
kebenaran dalam bertindak demi rakyat-rakyat yang sudah terlanjur percaya pada
mereka ketika kampanye. Harapan rakyat itu sebenarnya tidak muluk-muluk. Hanya
minta pertanggung jawaban dan perhatian saja. Tidak minta untuk dibelikan ini
atau itu. Tapi tetap saja mereka belum ada yang bisa seratus persen mewujudkan
itu. Berarti pertanggung jawaban dan dan perhatian harganya mahal dong. Semahal
barang mewah import yang mereka miliki. Dan mungkin lebih mahal dari uang gaji
yang mereka terima setiap bulan.
Komentar