Aku dan Gerimis
Gerimis.
Gerimis
yang datang tiba-tiba dan terkadang menyebalkan ini selalu saja membuatku ingin
marah, tersenyum, memaki, dan segalanya yang berhubungan dengan hati
Kalau gerimis itu seorang makhluk Tuhan yang diberi nama manusia, pasti mereka sudah memaki gerimis
Kalau gerimis itu seorang makhluk Tuhan yang diberi nama manusia, pasti mereka sudah memaki gerimis
Hey kau! Mengapa datang tiba-tiba?
Bukankah memberi kabar terlebih dahulu itu lebih baik?
Jangan menyusahkan oranglah. Kelak kau akan tahu akibatnya
Aku
mencintai gerimis.
Ketika gerimis tiba, aku menjadi merasa adem dan tenang
Gerimis bisa aku akui sebagai belahan jiwaku yang sayangnya tidak bisa aku tebak kapan datangnya.
Jadi aku ini kekasih yang malangkah?
Ketika gerimis tiba, aku menjadi merasa adem dan tenang
Gerimis bisa aku akui sebagai belahan jiwaku yang sayangnya tidak bisa aku tebak kapan datangnya.
Jadi aku ini kekasih yang malangkah?
Tentu saja begitu.
Menantikan datangnya kekasih tapi tak kunjung datang.
Jika tidak aku nantikan, kekasihku justru akan datang.
Haha
kekasihku yang ini memang sangat menyebalkan ternyata, buktinya ketika ia datang
semua orang membencinya dan marah-marah padanya.
Ahhh gerimis lagi gerimis lagi.
Ahhh gerimis lagi gerimis lagi.
Gerimis
datanglah padaku
Aku rindu padamu
Kehadiranmu memberikan aroma yang khas
Aroma tanah basah yang bisa kucium
Aku rindu padamu
Kehadiranmu memberikan aroma yang khas
Aroma tanah basah yang bisa kucium
Gerimis aku ingin ceritakan semua ini padamu
Aku ingin berimajinasi tentangmu sampai aku benar-benar tergila-gila padamu
Percayalah aku jatuh cinta denganmu ketika aku merasakan bersentuhan langsung denganmu Menggigil memang, tapi itulah awal dari sebuah kata cinta lahir
Gerimis,
aku ingin menumpahkan air mata yang aku punya padamu. Bolehkah?
Gerimis, aku ingin tertawa lepas padamu. Kau mengizinkan itu?
Gerimis, aku ingin marah di depanmu. Bersediakah kau dengan itu?
Gerimis, aku ingin tertawa lepas padamu. Kau mengizinkan itu?
Gerimis, aku ingin marah di depanmu. Bersediakah kau dengan itu?
Maka,
peluklah aku ketika aku menghampirimu meskipun ditengah padang pasir yang tak
ada satupun orang
Meskipun hanya badai yang menyaksikanku, meskipun hanya ada butiran halusnya pasir yang tak berdaya tersiram karenamu
Meskipun hanya badai yang menyaksikanku, meskipun hanya ada butiran halusnya pasir yang tak berdaya tersiram karenamu
Apa
pintarnya aku menyukaimu?
Hanya kebodohanlah yang akan mereka berikan padaku
Hanya kebodohanlah yang akan mereka berikan padaku
Jika
boleh aku meminta kepada Tuhan
Aku ingin menjadi salah satu bagian darimu
Aku ingin menjadi salah satu bagian darimu
Oh
Tuhan, sampaikanlah pada gerimis bahwa aku ingin memeluknya lagi
Bahkan aku bersedia menyimpan sebagian air darinya
Bahkan aku bersedia menyimpan sebagian air darinya
Gerimis
Selamat datang di dunia sebenarnya membutuhkanmu namun malu untuk mengatakannya
Selamat datang di dunia sebenarnya membutuhkanmu namun malu untuk mengatakannya
By
Dewi Eischavee
Komentar