Langsung ke konten utama
Cinta.
Apa sih cinta itu?
Cerita indah tiada akhir? Seperti yang banyak orang katakan itu.
Aku tak mengerti cinta. Yang orang bilang cinta itu indah, cinta itu rasa sayang antara dua insan, cinta itu sebuah perjuangan, pengorbanan, pengabdian dan cinta itu buta.

 Apalah arti cinta yang orang bilang itu, aku tak peduli. Menurut kamus kehidupanku, cinta itu sama saja. Cinta itu menakutkan, menyakitkan dan cinta itu terkadang membuat orang yang sedang dilandanya tersenyum sendiri layaknya "orang gila". Terserah mereka mau bilang aku apa, tapi buatku cinta yang abadi adalah sebuah pengucapan kata cinta disaat dua insan mengikat janji suci sehidup semati . Mempertahankan sebuah cinta tak semudah kita jatuh cinta. Boleh saja mereka pamer kepada khalayak "gue jatuh cinta sama dia" atau "dia  bilang cinta sama gue" padahal saat itu mereka tengah terhipnotis oleh anugerah Tuhan yang bernama cinta. Hanya sesaat mereka merasakan indahnya kata cinta. Tapi mampukah mereka menjaga cinta yang mereka terima atas pemberian Yang Kuasa?

 Aku tahu Tuhan adil. Tuhan tidak membeda-bedakan hambanya. Tuhan akan memberikan sebuah cinta pada hambanya ketika hambanya memang butuh itu. Namun Tuhan juga tidak akan membiarkan hambanya yang menyia-nyiakan anugerah cinta yang Telah ia berikan.
Lalu?
Bagaimana denganku?
Mana cinta yang orang bilang indah itu?
Aku tak seperti yang lain, yang dengan mudahnya menikmati cinta dalam keadaan suka dan duka. Dan aku juga masih saja takut jika berharap terlalu banyak dengan cinta. Ya, aku tahu cinta sulit ditebak. Kapan ia a datang, kapan ia akan pergi dan kapan ia akan bersamaku sehidup semati.

 Rasa iri yang setiap hari aku rasakan itu kini tak lagi aku takuti. Semua orang berhak menikmati cinta yang ia dapatkan, dan apa hak ku melarang mereka bersenang-senang dengan cinta mereka masing-masinga? Hak ku hanyalah tetap memandang indah tingkah laku mereka yang sedang kasmaran. Tak perlu lagi aku membenci setiap orang yang tengah di mabuk cinta. Karena atas keyakinanku sebagai hamba Allah, kelak suatu saat nanti akupun akan merasakan bagaimana cinta itu menyatu dalam jiwa dan ragaku.

 Aku masih "suci".
Aku belum pernah tersentuh cinta dari seorang pria manapun. Singkat kata, aku belum pernah pacaran apalagi menikah.
Sepertinya memang benar, ucapan adalah doa. Dan karena aku pernah mempunyai prinsip pada diriku sendiri bahwa "aku akan bercinta jika salah satu mimpiku bisa terwujud". Namun hingga detik ini aku belum juga memberikan tanda-tanda akan terwujudnya mimpiku itu.

 Aku mudah jatuh cinta, namun tidak untuk mendapatkan cintanya. Cinta yang begitu besar dari seseorang yang sesuai keriteriaku sangat susah aku dapatkan.
Aku bukan mereka (wanita lain) yang tanpa malu mengungkapkan rasa cintanya pada orang yang ia cintai. aku takut ditolak, aku takut diremhkan dan aku takut nama baikku jelek dimata pria. Tak semua wanita berhasil mengunngkapkan perasaan cintanya, itu sebabnya aku anti dengan hal yang seperti itu.

 Biarkan saja aku menunggu kapan datangnya cinta padaku. Aku ingin ada seorang bahkan puluhan dan jutaan pria menagatakan padaku "i love you" namun itu tidak main-main karena kau bukan boneka.

 Semua akan indah pada waktunya dengan rencana Tuhan.
Aku percaya bahwa Tuhan akan memberikanku yang terbaik kelak.. Pribadinya, penampilannya, sifatnya, sikapnya, pemikirannya bahkan profesinya yang serba baik selalu ada disetiap permintaan cintaku.

 Cinta....mengapa kau begitu sulit aku dapatkan. Apakah suatu saat nanti kau akan hadir untukku sesuai dengan apa yang aku mau? Jika begitu, aku ingin bersamamu sepanjang hidupku dan hanya maut yang bisa memisahkan kita, karena kau yang terbaik untukku dan aku yang terbaik untukmu (insya Allah) jika Tuhan menghendaki dan atas ridho orang tua.
 

Cinta....mengertikah kau bahwa sekian lama aku merindukan kehadiranmu untuk melengkapi hidupku?
Cinta....mengertikah kau aku mempunyai banyak harapan mulia untukmu kelak?
Cinta....maukah kau menerimaku dengan berbagai tuntutan?
Cinta....maukah kau membawaku pada jalan kebenaran jika aku salah padamu?
Cinta....

Cinta....relakah kau jika aku bilang padamu bahwa kau kejam, menakutkan namun membahagiakan?
Cinta....dimanapun kau berada Tuhan akan sampaikan salamku untukmu yang begitu baik dan mulia.


Cinta jangan biarkan orang lain merampas semua yang kau miliki untukku
Jangan kau biarkan pula hujan badai mehancurkanmu dan segenap kekuatan cinta suci yang kau miliki untuk orang yang kau sayangi
Tak ada orang yang bersedia hidup tanpa cinta

Tanpa disadari setiap insan didunia butuh kau yang berharga dan terlalu sayang untuk dikotori bahkan disakiti

Karena sesungguhnya kebahagiaan dari setiap orang di dunia ini adalah ketika mereka bisa menikmati sesuatu yang indah dari anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan itu kau...cinta









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selebriti DPR

SELEBRITI   DPR Nampaknya dunia hiburan di Indonesia sudah bukan lagi khusus untuk para pekerja seni. Banyak kalangan yang bukan dari penghuni dunia hiburanpun diam-diam ingin terjun ke dalam dunia hiburan tersebut. Sebut saja para petinggi di Dpr. Jika arti sebuah infotainment itu untuk memberitakan kehidupan tentang pelaku dunia hiburan atau yang lebih dikenal dengan nama artis, belakangan infotainment tak pernah sepi memberitakan tingkah laku mereka yang sebenarnya tak perlu diberitakan. Sebenarnya apakah mereka ingin menjadi artis juga? Lho bukankah sekarang ini banyak artis yang justru banting setir berduyun-duyun mencalonkan diri menjadi penghuni kursi mahal dan berbagai fasilitas mahal yang ada di gedung dpr? Mungkin anggota Dpr dipusingkan dengan berbagai permasalahan negeri ini yang harus mereka selesaikan. Jadi membuat sebuah gebrakan yang lebay bukanlah suatu yang mustahil bagi mereka. Toh bakal ada infotainment yang akan meliput berita mereka. Jadi setiap hari...

Harlem Shake Pekalongan Indonesia

tentang saya

  Aku, Dewi Aisyah Fitriyana, lahir di kota kecil di jawa tengah, Pekalongan. Tepatnya 16 april 1991. Saya anak ketiga dari lima bersaudara, aku berasal dari keluarga sederhana. Sangat sederhana. Semasa kecil ayah saya bekerja sebagai karyawan pabrik tekstil besar di kota saya. Dan ibu, menjadi ibu rumah tangga yang mengurus kelima anaknya setiap hari. Ya, bisa dibilang aku bahagia semasa kecil. Ayah dan ibu bisa menuruti apa yang anak-anaknya inginkan. Mereka sangat ingin membahagiakan anaknya, aku tahu itu. Namun ketika aku duduk di pertengahan bangku sekolah dasar, ayahku yang menjadi tulang punggung keluarga itu harus berhenti kerja. Beliau terkena phk, ini karna sa'at itu Indonesia tengah dilanda krisis moneter. Awalnya aku tak tahu apa itu phk. Aku hanya tahu sekarang ayah tidak lagi sibuk bekerja. Kini (bahkan sampai sekarangpun)  ayah merupakan satu dari banyaknya penganggguran yang ada di Indonesia.  Apa yang kami makan setiap hari bagian merupakan kiriman u...